Thursday, June 5, 2008

Sad Ales


Malam tadi Ale mengelundung dari pangkuan saya... eh ternyata gusinya berdarah. saya langsung panik soalnya sebelum ini Ale belum pernah berdarah. pernah sih kejedod kepala saya waktu di mobil, karena omnya yang baru bisa nyetir yang jadi supirnya.... tapi ga berdarah jadi saya ga terlalu panik. beda halnya dengan tadi malam. walaupun Ale nangisnya ga seberapa tapi saya sangat sedih melihatnya... Ayahnya langsung bilang bahwa ga apa-apa padahal kan Iva juga yang pernah bilang bahwa bayi itu cepat sembuhnya... memang agak tenang sih ketika Ayahnya bilang gitu. Tapi tetap aja sedih melihat Ale..hik hik hik
yah mudahan kedepannya ga akan terjadi lagi hal-hal seperti itu lagi...yah semoga

Wednesday, June 4, 2008

My activity


kalau Ale sedang tidur kegiatan yang kulakukan itu kebayakan ngisi blog dan ngisi diary baby atau ngisi blog dan bisa juga sekali-kali nulis puisi ii deh puisinya...


Penyakit dan Bangkit

Badannya penuh borok
mukanya penuh jerawat bernanah
kulitnya ditumbuhi bisul beringas
semua menambah bebannya

Hamparan kulit mulus yang dulu ku lihat
hancur tercabik-cabik luka
luka durjana karena bakteri yang memiliki otak pintar
pintar membuat luka di dalam hatinya

Jantung yang tertusuk perasaan marah
namun hanya gempa dan bencana yang dapat membalasnya
walaupun sudah berjuang melepas cinta
dalam tumbuhnya benih-benih pohon harapan
namun yang ada masih saja polusi laknat
untuk kegemukan segelintir kuman penyakit

Biarkan aku menjadi ulat
walaupun menjijikkan namun bisa menjadi kupu-kupu
yang memperindah parasmu

biarkan aku menjadi pohon
yang akan tumbuh kokoh beranak pinak
yang menyembuhkan lukamu

biarkan aku menjadi diriku
yang mencintaimu apa adanya
karena hanya turut menanggung hutang
dari orang yang tidak merasa harus bertanggung jawab

biarkan doaku menyelimutimu
biarkan cintaku membakar semua kelam sejarahmu
sekarang kita akan bangkit bersama
menyongsong hari esok yang cemerlang
yang tiada luka

matilah semua durjana
perusak bangsa, penyakit semesta.
damailah bangsaku, puaslah rakyatku.